Tampilkan postingan dengan label RASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RASA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Februari 2008

Sebelum Ku Terlelap

‘Sebelum ku Terlelap’
(Untuk dia yang tak pernah tau)
By: LaNgIt JiNgGa

Jika esok ku terjaga
Kuingin terjaga dalam pelukanmu
Jika esok ku menatap
Kuingin menatap kedua bola matamu
Jika esok ku bicara
Kuingin bicara betapa aku menyayangimu
Jika esok ku mendengar
Kuingin mendengar kau juga meyayangiku
Jika esok ku menangis
Kuingin menangis karena bahagia denganmu
Jika esok ku masih hidup
Kuingin s’lalu hidup bersamamu
Jika esok ku menutup mata
Kuingin kau baca tulisanku ini
Hingga kau tau betapa aku menyayangimu
Kuingin kau cium kedua mataku
Dan kau bawa setangkai mawar ‘tuk mengiringi kepergianku
Yogyakarta, 8 februari 2006

Sebelum Ku Terlelap

‘Sebelum ku Terlelap’
(Untuk dia yang tak pernah tau)
By: LaNgIt JiNgGa

Jika esok ku terjaga
Kuingin terjaga dalam pelukanmu
Jika esok ku menatap
Kuingin menatap kedua bola matamu
Jika esok ku bicara
Kuingin bicara betapa aku menyayangimu
Jika esok ku mendengar
Kuingin mendengar kau juga meyayangiku
Jika esok ku menangis
Kuingin menangis karena bahagia denganmu
Jika esok ku masih hidup
Kuingin s’lalu hidup bersamamu
Jika esok ku menutup mata
Kuingin kau baca tulisanku ini
Hingga kau tau betapa aku menyayangimu
Kuingin kau cium kedua mataku
Dan kau bawa setangkai mawar ‘tuk mengiringi kepergianku
Yogyakarta, 8 februari 2006

SEPERTI ILALANG

Aku mencintaimu seperti Ilalang
Yang tumbuh tanpa kutanam
Aku mencintaimu seperti Ilalang
Yang hidup tanpa kusiram
Aku mencintaimu seperti Ilalang
Yang tetap tegak di padang gersang
Aku mencintaimu seperti Ilalang
Yang kembali tumbuh walau tlah kau tebang
Aku mencintaimu seperti Ilalang
Tapi Aku Bukan Wanita Jalang


By; Me
Langi Jingga
Tasikmalaya, 03 November 2007
02.30 p.m

Minggu, 27 Januari 2008

MENUNGGU IZRAIL

KETIKA SAKIT INI TELAH MENCABIK HATIKU
MEMBUAT AKAL TAK LAGI BISA BERFIKIR
DAN JANTUNG TAK ADA GAIRAH UNTUK BERDETAK
SENDI SENDI PUN MULAI KEHILANGAN RASA
DAN TAK ADA LAGI DARAH YANG BERSEDIA MENGALIR HANGAT DI RAGAKU
INILAH SAAT AKU MENUNGGU IZRAIL
YANG MENJEMPUTKU ATAS NAMA KEMATIAN